RSS

Pratikum: Kesetimbangan Kimia

12 Mei

    TUJUAN

Menentukan tetapan kesetimbangan reaksi I2 + I- —-> I3-

TEORI

    Iod sangat rendah kelarutannya dalam air, akan tetapi dalam larutan kalium iodidas zat tersebut larut dengan mudah karena pembentukan ion kompleks triiodida (I3-), sesuai dengan reaksi I2 + I- I3- . tetapan kesetimbangan reaksi ini ditulis sebagai :

Jika diketahui konsentrasi reaktan dan produk, dapat ditentukan tetapan kesetimbangan. Dalam percobaan ini konsentrasi iod tidak ditentukan secara langsung akan tetapi melalui koefisien distribusi antara air dan karbon tetraklorida.

Air dan karbon tetraklorida saling tidak larut dan membentuk suatu sistem 2 lapisan zat cair. Jika ditambahkan pada system ini, maka iod akan terbagi (terdistribusi) dalam kedua fasa zat cair sehingga pada suhu tetap angka banding konsentrasinya tetap. Angka banding ini disebut kooefisien distribusi atau koefisien partisi.

ALAT DAN BAHAN

ALAT :

Erlenmeyer (200,250) mL, masing-masing 4 dan 2 buah

Gelas ukur (10, 25, 250) mL, masing-masing 1 buah

Pipet takar (5, 25) mL, masing-masing 1 dan 2 buah

Buret 50/25 mL, 1 buah

Botol semprot 1 buah

BAHAN :

Larutan jenuh I2 dalam CCl4

Larutan standar KI 0,1 M

Larutan standar Na2S2O8 0.02 M

Larutan amilum 1 % (indikator )

Padatan kristal KI

PROSEDUR KERJA

1.Kedalam dua Erlenmeyer ( tandai A dan B ) masukan 20 ml larutan jenuh I2 dalam CCl4 (gunakan gelas ukur).

2.Kedalam Erlenmeyer A masukan 200 ml aquades dan Erlenmeyer B masukan 200 ml larutan standar KI 0,1 M.

3.Tutup rapat kedua Erlenmeyer tersebut diguncang dgn kuat dan letakan dalam thermostat ( atur suhu pada 30oC ) selama 30-60 menit. Sesekali Erlenmeyer dikeluarkan,guncang. Catat suhu! ( jika thermostat tidak ada, maka biarkan larutan mencapai suhu kamar )

4.setelah tercapai kesetimbangan, pada masing-masing Erlenmeyer, ambil 5 ml larutan dari lapisan CCl4. ( lapisan CCl4 berada di bawah lapisan air, sehingga saat memasukan pipet, tiup perlahan-lahan hingga mencapai lapisan bawah).

5.masing-masing cuplikan tambahkan 2 g padatan kristal KI dan 20 ml air, dibuat homogen dan titrasi dengan larutan standar natrium tiosulfat, tambahkan amilum (10 ml) pada saat larutan berwarna kuning pucat.

6.dari botol A ambil 50 ml larutan dari lapisan air dan titrasi dengan larutan tiosulfat. Lakukan hal yang sama dengan 25 ml botol B.

PERHITUNGAN

Jika V1 = mL larutan tiosulfat yang terpakai pada 50ml lapisan CCl4 (botol A ), dan V2 = mL larutan tiosulfat yang terpakai pada 50ml lapisan Air ( botol B )

Maka koefisien distribusi dapat dihitung dari,

KD= x-y / y(0,1-x+y)

Perhitungan konsentrasi I2, I-, I3- (dalam lapisan air di botol B ) dapat dilakukan sbb:

– Dapat ditunjukan bahwa 1mL larutan Na2S2O8 0.02 M ekivalen dengan 10-5 mol I2

– Titrasi lapisan air memberikan konsentrasi total iod ( I2 dan I3-) = x mol/L

– Menggunakan koefisien distribusi dan konsentrasi I2 dalam CCl4 ( botol B ) dapat ditentukan konsentrasi I2 bebas dalam lapisan air = y mol/L

maka, [I3-] = ( x-y ) mol/L dan [I-] = 0,1- (x-y) mol/L

Berdasarkan hasil perhitungan di atas, tetapan kesetimbangan dapat dihitung :

PERTANYAAN AWAL

1.Jelaskan mengapa konsentrasi iod yg terlarut dalam air tidak dapat ditentukan secara langsung ?

2.Mengapa air dan karbon tetraklorida tidak bercampur ?

3.Mengapa I2 tidak larut dalam air ? pada bahan, larutan apakah yg dapat melarutkan I2 ?

4.jelaskan pengertian koefisien distribusi ?

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 Mei 2011 in Laboratorium

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: