RSS

Keterampilan Guru

14 Mei

1. Kemampuan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil

Diskusi Kelompok adalah suatu proses yang teratur dan melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka untuk mengambil kesimpulan dan memecahkan masalah. Mengajar kelompok kecil dan perorangan merupakan bentuk mengajar klasikal biasa yang memungkinkan guru dalam waktu yang sama menghadapi beberapa kelompok kecil yang belajar secara kelompok dan beberapa orang siswa yang bekerja atau belajar secara perorangan. Format mengajar ini ditandai oleh adanya hubungan interpersonal yang lebih akrab dan sehat antara guru dengan siswa, adanya kesempatan bagi siswa untuk belajar sesuai dengan kemampuan, minat, cara, dan kecepatannya, adanya bantuan dari guru, adanya keterlibatan siswa dalam merancang kegiatan belajarnya, serta adanya kesempatan bagi guru untuk memainkan berbagai peran dalam kegiatan pembelajaran.

Hal yang perlu diperhatikan dalam membimbing diskusi adalah sebagai berikut:

a. Memusatkan perhatian peserta didik pada tujuan dan topic diskusi.

1) Merumuskan tujuan diskusi secara jelas

2) Merumuskan kembali masalah jika terjadi penyimpangan

3) Menandai hal-hal yang tidak relevan dengan topic diskusi

4) Merangkum hasil pembicaraan.

b. Memperluas masalah atau urutan pendapat

1) Menguraikan kembalidan merangkum pendapat peserta

2) Mengajukan pertanyaan kepada seluruh anggota kelompok tentang pendapat setiap anggota.

c. Menguraikan setiap gagasan anggota kelompok

d. Meningkatkan analisis peserta didik

1) Mengajukan pertanyaan kunci yang menantang

2) Memberi contoh secara tepat

3) Menghangatkan suasana dengan pertanyaan yang mengundang perbedaan pendapat

4) Memberikan waktu berpikir

5) Mendengarkan dengan penuh perhatian

e. Menyebarkan kesempatan berpatisipasi

1) Memancing pendapat peserta didik yang kurang berpatisipasi

2) Memberikan kesempatan pertama kepad peserta yang kurang berpatisipasi

3) Mencegah terjadinya monopoli pembicaraan

4) Mendorong peserta didik untuk mengomentari pendapat temannya

5) Meminta pendapat peserta didik tetika terjadi kebuntuan.

f. Menutup diskusi

1) Merangkum hasil diskusi

2) Tindak lanjut

3) Menilai proses diskusi yan telah dilakukan.

Diskusi kelompok kecil merupakan salah satu bentuk kegiatan pembelajaran yang sering digunakan. Diskusi kelompok kecil memiliki karakteristik sebagai berikut:

a. Melibatkan sekitar 3 sampai 5 orang peserta dalam setiap kelompok

b. Berlansung secara informal sehingga setiap anggita dapat berkomunikasi lansung dengan anggota lain

c. Memiliki tujuan yang dicapai dengan kerja sama antara anggota kelompok

d. Berlansung secara sistematik

Melalui diskusi kelompok kecil dalam pembelajaran, memungkinkan peserta didik:

a. Berbagi informasi dan pengalaman dalam pemecahan masalah

b. Meningkatkan pemahaman terhadap masalah yang penting dalam pembelajaran

c. Meningkatkan keterlibatan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan

d. Mengembangkan kemampuan berfikir dan berkomunikasi

e. Membina kerjasama yang sehat dalam kelompok yang kohesif dan bertanggung jawab.

2. Kemampuan Mengelola Kelas

Mengelola kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan iklim embelajaran yang kondusif dan pengendaliannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran. Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pengelolaan kelas adalah

a. Kehangatan dan keantusiasan Memudahkan terciptanya iklim kelas yang menyenangkan.

b. Tantangan Penggunaan kata-kata, tindakan, atau bahan yang menantang akan meninkatkan gairah siswa untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya tingkah yang menyimpang.

c. Bervariasi

d. Penggunaan variasi dalam media gaya dan interaksi mengajar meruakan kunci pengelolaan kelas.

e. Luwes

f. Dalam PBM guru harus waspada mengmati jalannya proses kegiatan tersebut. Termasuk kemungkinan munculnya gangguan siswa. Sehingga diperlukan keluwesan tingkah laku guru untuk dapat merubahberbagai strategi mengajar dengan memanipulasi berbagai komponen keterampilan yang lain.

g. Penekanan pada hal-hal positif Pada dasarnya didalam mengajar dan mendidik guru harus menekankan kepada hal-hal yang positif dan sedapat mungkin menghindari pemusatan perhatian siswa pada hal-hal yang negative. Cara guru memelihara suasana yang positif antara lain : 1) Memberikan aksentuasi terhadap tingkah laku siswa yang positif dan menghindari ocehan atau celaa atau tingkah laku yang kurang wajar. 2) Memberikan penguatan terhadap tingkah laku siswa yang positif.

h. Penanaman disiplin diri. Kegiatan ini merupakan tujuan akhir pengelolaan kelas. Untuk mencapainya guru harus selalu mendorong siswa untuk melaksanakan disiplin diri sendiri. Hal ini akan lebih berhasil jika guru sendiri yang menjadi contoh.

Keterampilan mengelola kelas memiliki komponen sebagai berikut:

a. Penciptaan dan pemeliharaan iklim pembelajaran yang optimal

1) Menunjukkan sikap tanggap dengan cara: memandang secara seksama, mendekati, memberikan pertanyaan dn memberikan reaksi terhadap gangguan kelas.

2) Membagi perhatian secara visual dan verbal

3) Memusatkan perhatian kelompok dengan cara menyiapkan peserta didik dlam pembelajaran

4) Memberi petunjuk yang jelas

5) Memberi teguran secara bijaksana

6) Memberi penguatan ketika diperlukan

b. Keterampilan yan berhubungan dengan pengendalian kondisi belajar yang optimal

1) Modifikasi prilaku,

a) Mengajarkan prilaku baru dengan contoh dan pembiasaakan

b) Meningkatkan prilaku yang baik melalui penguatan

c) Mengurangi prilaku buruk dengan hukuman

2) Pengelolaan kelompok,

a) Peningkatan kerjasama dan keterlibatan

b) Menangani konflik dan memperkecil masalah yang timbul

3) Menemukan dan mengatasi prilkaku yang menimbulkan masalah

a) Pengabaiaan yang direncanakan

b) Campur tangan dengan isyarat

c) Mengawasi secara ketat

d) Mengakui perasaan negative peserta didik

e) Mendorong peserta didik untuk mengungkapkan perasaannya

f) Menjauhkan benda-benda yang mengganggu konsentrasi

g) Menyusun kembali program belajar

h) Menghilangkan ketegangan dengan humor

i) Mengekang secara fisik

3. Kemampuan Mengajar Kelompok Kecil/Perorangan

Pengajaran kelompok kecil dan perorangan merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap peserta didik dan menjalin hubungan yan lebih akrrab antara guru dengan peserta didik maupun antara peserta didik denga peserta didik.

Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan bertujuan untuk:

a. Mengembangkan keterampilan dalam pengorganisasian dengan memberikan motivasi dan membuat variasi dalam pemberian tugas

b. Membimbing dan memudahkan belajar yang mencakup penguatan, proses awal, supervise dan interaksi pembelajaran

c. Perencanaan penggunaan ruangan

d. Pemberian tugas yang jelas, menantang, dan menarik

Komponen keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan terdiri dari:

a. Keterampilan mengadakan pendekatan pribadi, yang ditampilkan dengan cara:

1) Menunjukkan kehangatan dan kepekaan terhadap kebutuhan dan perilaku siswa,

2) Mendengarkan dengan penuh rasa simpati gagasan yang dikemukakan siswa,

3) Merespon secara positif pendapat siswa,

4) Membangun hubungan berdasarkan rasa saling mempercayai,

5) Menunjukkan kesiapan untuk membantu,

6) Menunjukkan kesediaan untuk menerima perasaan siswa dengan penuh pengertian,

7) Berusaha mengendalikan situasi agar siswa merasa aman, terbantu, dan mampu menemukan pemecahan masalah yang dihadapinya.

b. Keterampilan mengorganisasikan kegiatan pembelajaran, yang ditampilkan dengan cara:

1) Memberikan orientasi umum tentang tujuan, tugas, dan cara mengerjakannya,

2) Memvariasikan kegiatan untuk mencegah timbulnya kebosanan siswa dalam belajar

3) Membentuk kelompok yang tepat,

4) Mengkoordinasikan kegiatan,

5) Membagi perhatian pada berbagai tugas dan kebutuhan siswa,

6) Mengakhiri kegiatan dengan kulminasi.

c. Keterampilan membimbing dan memberi kemudahan belajar, yang ditampilkan dengan cara:

1) Memberi penguatan secara tepat,

2) Melaksanakan supervisi proses awal,

3) Melaksanakan supervisi proses lanjut,

4) Melaksanakan supervisi pemaduan.

d. Keterampilan merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran, yang ditampilkan dengan cara:

1) Membantu siswa menetapkan tujuan belajar,

2) Merancang kegiatan belajar,

3) Bertindak sebagai penasihat siswa,

4) Membantu siswa menilai kemajuan belajarnya sendiri

Dalam penerapannya, guru harus memperhatikan hal-hal berikut:

a. Harus ada kesamaan latar belakang pengetahuan di antara para anggota kelompok,

b. Semua anggota diskusi kelompok harus mampu mengemukakan pendapatnya secara lisan,

c. Topik yang dibahas harus bersifat terbuka untuk menampung banyak pendapat,

d. Diskusi harus berlangsung dalam suasana keterbukaan,

e. Pelaksanaan diskusi harus mengingat keunggulan dan kelemahan-kelemahannya,

f. Diskusi memerlukan perencanaan dan persiapan yang matang, dan

g. Guru harus mampu mencegah timbulnya hal-hal yang dapat menghambat jalannya diskusi

Khusus dalam melakukan pembelajaran perorangan, perlu diperhatikan kemampuan dan kematangan berfikir peserta didik, agar apa yang disampaikan bisa diserap dan diterima oleh pesrta didik.

4. Kemampuan Mengembangkan Media

Media adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Di lain pihak, National Education Association memberikan definisi media sebagai bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio-visual dan peralatannya; dengan demikian, media dapat dimanipulasi, dilihat, didengar, atau dibaca.

Berdasarkan uraian beberapa batasan tentang media, dapat dikemukakan ciri-ciri umum yang terkandung pada media adalah:

a. Media pendidikan memiliki pengertian fisik yang dewasa ini dikenal sebagai hardware (perangkat keras), yaitu sesuatu benda yang dapat dilihat, didengar, atau diraba dengan pancaindera.

b. Media pendidikan memiliki pengertian nonfisik yang dikenal sebagai software(perangkat lunak), yaitu kandungan pesan yangterdapat dalam perangkat keras yang merupakan isi yang ingin disampaikan kepada siswa.

c. Penekanan media pendidikan terdapat pada visual dan audio.

d. Media pendidikan memiliki pengertian alat bantu pada proses belajar baik di dalam maupun di iuar kelas.

e. Media Pendidikan digunakan dalam rangka komunikasi dan interaksi guru dan siswa dalam proses pembelajaran.

f. Media pendidikan dapat digunakan secara massal (misalnya: radio, televisi), kelompok besar dan kelompok kecil (misalnya film, slide, video, OHP), atau perorangan (misalnya: modul, komputer, radio tape/ kaset, video recorder).

g. Sikap, perbuatan, organisasi, strategi, dan manajemen yang berhubungan dengan penerapan suatu ilmu.

Manfaat media pembelajaran:

a. pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar

b. bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkannya menguasai dan mencapai tujuan pembelajaran

c. metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak se mata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi kalau guru mengajar pada setiap jam pelajaran

d. Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, memerankan, dan lain-lain.

Pengelompokan media dibagi dalam lima kelompok, yaitu

a. Media berbasis manusia (guru,instruktur, tutor, main-peran, kegiatan kelompok, field-trap)

b. Media berbasis cetak (buku, penuntun, buku latihan (zvorkbook), alat bantu kerja, dan lembaran lepas)

c. Media berbasis visual (buku, alat bantu kerja, bagan, grafik, peta, gambar, transparansi, slide)

1) gambar representasi seperti gambar, lukisan atau foto yang menunjukkan bagaimana tampaknya sesuatu benda

2) diagram yang melukiskan hubungan-hubungan konsep, organisasi, dan struktur isi material

3) peta yang menunjukkan hubungan-hubungan ruang antara unsur-unsur dalam isi materi

4) grafik seperti tabel, grafik, dan chart (bagan) yang menyajikan gambaran/ kecenderungan data atau antar hubungan seperangkat gambar atau angka-angka.

d. Media berbasis audio-visual (video, film, program slide-tape, televisi)

e. Media berbasis komputer (pengajaran dengan bantuan komputer, interaktif video, hypertext).

Penggunaan media pembelajaran sangat bergantung kepada tujuan pengajaran, bahan pembelajaran, kemudahan memperoleh media yang diperlukan serta kemampuan guru dalam menggunakannya dalam proses pembelajaran. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan guru dalam menggunakan media pembelajaran untuk mempertinggi kualitas pembelajaran:

a. Guru perlu memiliki pemahaman media pengpjaran antara lain jenis clan manfaat media pembelajaran, kriteria memilih dan menggunakan media pembelajaran, menggunakan media sebagai, alat bantu mengajar clan tindak lanjut penggunaan media dalam proses belajar siswa.

b. guru terampil membuat media pembelajaran sederhana untuk keperluan pembelajaran, terutama media dua dimensi atau media grafis, clan beberapa media tiga dimensi, dan media proyeksi.

c. pengetahuan dan keterampilan dalam menilai keefektifan penggunaan media dalam proses pembelajaran. Menilai keefektifan media pembelajaran penting bagi guru agar ia bisa menentukan apakah penggunaan media mutlak diperlukan atau tidak selalu diperlukan dalam pembelajaran sehubungan dengan prestasi belajar yang dicapai siswa. Apabila penggunaan media pembelajaran tidak mempengaruhi proses dan kualitas pembelajaran, sebaiknya guru tidak memaksakan penggunaannya, dan perlu mencari usaha lain di luar media pembelajaran.

Beberapa kriteria-kriteria dalam media pembelajaran

a. Ketepatannya dengan tujuan pelajaran; artinya media pembelajaran dipilih atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan. Tujuan-tujuan instruksional yang berisikan unsur pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis lebih memungkinkan digunakannya media pembelajaran.

b. Dukungan terhadap isi bahan ajar; artinya bahan ajar yang sifatnya fakta, prinsip, konsep dan generalisasi sangat memerlukan bantuan media agar lebih mudah dipahami siswa.

c. Kemudahan memperoleh media; artinya media yang diperlukan mudah diperoleh, setidak-tidaknya mudah dibuat oleh guru pada waktu mengajar.

5. Kemampuan Mengambangkan ESQ

Sekolah kadang terjebak dalam pemenuhan aspek intelektual saja, karena Intellegence Quotient (IQ) atau kecerdasan intelektual selalu dipandang sebagai hal yang utama. Padahal, selain IQ masih ada dua kecerdasan yang saling melengkapi dalam kehidupan manusia ini. Yakni Emotional Quotient (EQ) atau kecerdasan emosi dan Spiritual Quotient (SQ) atau kecerdasan spiritual. Dalam pendidikan, baik formal informal maupun nonformal memiliki tugas yang sama dan utama dalam membangun IQ, EQ, dan SQ. Karena itulah, keseimbangan ketiganya sangat diperlukan. Ketiga hal ini menjadi kelengkapan yang utuh satu dengan yang lainnya di dalam diri manusia.

Hasil Penelitian para psikolog USA menyimpulkan bahwa Kesuksesan dan Keberhasilan seseorang didalam menjalani Kehidupan sangat didukung oleh Kecerdasan Emosional (EQ – 80 %), sedangkan peranan Kecerdasan Intelektual (IQ) hanya 20 % saja. Dimana ternyata Pusatnya IQ dan EQ adalah Kecerdasan Spiritual (SQ), sehingga diyakini bahwa SQ yang menentukan Kesuksesan dan Keberhasilan Seseorang. Dalam hal ini IQ dan EQ akan bisa berfungsi secara Baik/Efektif jika dikendalikan oleh SQ.

Seorang Guru yang mempunyai kecerdasan emosional yang baik akan dapat dikenali melalui lima komponen dasar, yaitu sebagai berikut :

a. Self-awarenes (pengenalandiri) Mampu mengenali emosi dan penyebab dari pemicu emosi tersebut. Jadi, dia mampu mengevaluasi dirinya sendiri dan mendapatkan informasi untuk melakukan suatu tindakan.

b. Self-regulation (penguasaan diri) Seseorang yang mempunyai pengenalan diri yang baik dapat lebih terkontrol dalam membuat tindakan agar lebih hati-hati. Dia juga akan berusaha untuk tidak impulsif. Akan tetapi, perlu diingat, hal ini bukan berarti bahwa orang tersebut menyembunyikan emosinya melainkan memilih untuk tidak diatur oleh emosinya.

c. Self-motivation (motivasi diri) Ketika sesuatu berjalan tidak sesuai dengan rencana, seseorang yang mempunyai kecerdasan emosional tinggi tidak akan bertanya “Apa yang salah dengan saya atau kita?”. Sebaliknya ia bertanya “Apa yang dapat kita lakukan agar kita dapat memperbaiki masalah ini?”.

d. Empathy (empati) Kemampuan untuk mengenali perasaan orang lain dan merasakan apa yang orang lain rasakan jika dirinya sendiri yang berada pada posisi tersebut.

e. Effective Relationship (hubungan yang efektif) Dengan adanya empat kemampuan tersebut, seseorang dapat berkomunikasi dengan orang lain secara efektif. Kemampuan untuk memecahkan masalah bersama-sama lebih ditekankan dan bukan pada konfrontasi yang tidak penting yang sebenarnya dapat dihindari. Orang yang mempunyai kemampuan intelegensia emosional yang tinggi mempunyai tujuan yang konstruktif dalam pikirannya.

Mengembangkan SQ oleh guru dapat dilakukan dengan cara:

a. Jadilah kita suri tauladan yang baik,

b. Bantulah siswa untuk merumuskan “missi” hidupnya

c. Baca kitab suci bersama-sama dan jelaskan maknanya dalam kehidupan kita,

d. Ceritakan kisah-kisah agung dari tokoh-tokoh spiritual,

e. Diskusikan berbagai persoalan dengan perspektif ruhaniah,

f. Libatkan siswa dalam kegiatan-kegiatan ritual keagamaan,

g. Bacakan puisi-puisi, atau lagu-lagu yang spiritual dan inspirasional,

h. Ajak siswa untuk menikmati keindahan alam,

i. Bawa siswa, keluarga atau anak ke tempat-tempat orang yang menderita, dan ikut-sertakan anak dalam kegiatan-kegiatan sosial.

REFERENSI

Mulyasa, E. 2008. Menjadi Guru Profesional, Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sadirman, Arif dkk. 1993. Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Suherman, Yuyus, 2008. Pengembangan Media Pembelajaran bagi APK. Bandung: Makalah Disampaikan pada Diklat Profesi Guru PLB Wilayah X Jawa Barat Bumi Makmur, Lembang Bandung

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 14 Mei 2011 in Pendidikan

 

Tag: , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: