RSS

Pemanfaatan Singkong Sebagai Bahan Baku Pembuatan Bioethanol Untuk Bahan Pencampur Bensin

14 Mei

 ABSTRAK

 Menghadapi keterbatasan persediaan bioetahol di Indonesia perlu dilakukan usaha pengembangan produksi bioethanol. Salah satu cara yang ditempuh adalah pengembangan produksi bioethanol dari bahan baku singkong. Selain harga yang relatif murah dibandingkan dengan bahan baku lainnya seperti jagung, singkong mudah didapat dan dibudidayakan. Walaupun dapat merusak atau menyerap unsur hara dalam tanah, tetapi masih dapat diminimalisasikan dengan cara tumpang sari. Keuntungan yang lain dari singkong adalah dapat meningkatkan kesejahteraan para petani dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi penganguran.  

Metodelogi penulisan yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data penulisan ini dikumpulkan dengan teknik studi pustaka (Library Rescarch). Jenis dan bentuk data yang digunakan adalah data sekunder. Sistematika penulisan terdiri dari: pendahuluan, tinjauan pustaka, metodologi penulisan, pembahasan dan penutup.

Singkong memiliki potensi yang besar sebagai bahan baku pembuatan bioethanol untuk bahan pencampur bahan bakar bensin. Untuk mendapatkan bahan baku singkong yang baik dan hasil yang didapatkan maksimal maka diperlukan perlakuan dan pemeliharan tanaman singkong yang oktimal. Singkong dipilih sebagai bahan baku bioethanol karena memiliki beberapa keuntungan dari bahan baku yang lain. Diantara keuntungannya adalah penyediaan bibit yang mudah dan dapat dilakukan secara kontiniu, pemeliharaan yang tidak banyak, biaya produksinya relatif murah karena harga bahan bakunya murah dan mudah didapat, dapat meningkatkan kesejahteraan para petani, dan membuka lapangan pekerjaan bagi pengangguran. Selain itu, singkong juga memiliki beberapa kelemahan, diantaranya: dapat merusak unsur hara tanah, pasca panen yang panjang dan kadar air yang tinggi. Untuk itu diharapkan peneliti dapat meneliti lebih dalam lagi tentang kelemahan yang terdapat pada singkong, sehingga singkong dapat dimanfaatkan secara maksimal.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 14 Mei 2011 in Artikel

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: