RSS

Asam Urat VS Rheumatik

16 Mei

BEDA ASAM URAT DAN REUMATIK

“ASRATIK”, asam urat dan rheumatik. Sama atau berbeda? Penyakit asam urat merupakan bagian dari penyakit rheumatik. Meningkatnya asam urat bisa terjadi pembentukan tofi Asam urat atau gout (Arthritis pirai) dan rheumatik memang penyakit yang berbeda namun keluhan yang dirasakan sering sama dan bagian tubuh yang diserang juga sama. Kalau rheumatik disebabkan peradangan pada sendi sehingga terjadi arthritis. Asam urat disebabkan kelainan metabolisme yang dalam perkembangannya bermanifestasi terhadap peningkatan konsentrasi asam urat dalam serum. Bila seseorang kadar asam uratnya normal namun ada keluhan nyeri sendi, maka kemungkinan terkena rheumatik (radang sendi) atau mungkin juga pengeroposan tulang. Akibat tingginya asam bisa terjadi pembentukan batu urat yang akhirnya mempengaruhi kesehatan ginjal. Karena munculnya tofi ini seseorang bisa diamputasi kakinya karena tofinya meradang dan pecah lalu membusuk kakinya.

Asam urat dan rheumatik, bukanlah penyakit yang mematikan namun amat mengganggu dan membuat stress penderita karena mempunyai sifat sering kambuh. Meski sudah sembuh karena minum obat misalnya tak lama kemudian bila obatnya habis bisa kambuh lagi. Penderita penyakit ini sangat terganggu aktifitas pekerjaannya karena sering tiba-tiba menyerang di saat seseorang sedang menjalankan tugas pekerjaannya. Dari mulai usia
anak-anak hingga usia lanjut bisa terserang penyakit ini, baik pria maupun wanita.

ASAM URAT
Semua orang pasti punya asam urat, karena hal ini merupakan bagian yang normal dari darah dan urin. Penyakit asam urat disebabkan meningkatnya kadar asam urat dalam darah. Normalnya, asam urat sebagai hasil samping dari pemecahan sel yang terdapat dalam darah yang secara berkesinambungan tubuh memecah dan membentuk sel yang baru. Nilai asam urat yang normal bila wanita 2,4 – 6, untuk pria 3,0 – 7. Bila melebihi dari nilai itu maka seseorang bisa dikategorikan ada gangguan asam urat. Meningkatnya asam urat disebabkan pekerjaan ginjal yang tidak sanggup mengeluarkan asam urat melalui air kemih. Masing-masing orang meski kadar asam uratnya tinggi belum tentu merasakan hal yang sama. Ada yang merasakan nyeri di bagian sendi tubuhnya namun ada juga yang tidak merasakan apa-apa meski asam uratnya sampai 12. Sebaliknya ada seseorang yang asam uratnya 10, keluhannya sangat parah bahkan bisa menyebabkan lumpuh tidak bisa jalan.

Kadar asam urat dalam darah bisa tinggi apabila banyak sisa-sisa pembuangan hasil metabolisme purin, sedangkan ekskresi asam urat melalui urin terlalu sedikit. Penyebab utamanya adalah gangguan metabolisme sejak lahir atau mungkin juga adanya abnormalitas suatu enzim atau karena serangan penyakit tertentu. Gangguan ini menyebabkan kadar asam urat dalam serum tinggi.

Beberapa faktor yang menyebabkan kadar asam urat tinggi adalah:
1. Faktor keturunan
2. Penyakit Diabetes Melitus
3. Adanya gangguan ginjal dan hipertensi
4. Tingginya asupan makanan yang mengandung purin.
5. Berat badan yang berlebih (obesitas)
6. Jumlah alkohol yang dikonsumsi
7. Penggunaan obat-obatan kimia yang bersifat diuretik/analgetik dalam waktu lama

Penderita asam urat sebagian diakibatkan kelainan sintesa purin dalam jumlah besar yang menyebabkan kelebihan asam urat dalam darah dan terutama juga akibat kelebihan produksi asam urat tetapi pengeluarannya tidak sempurna.

RHEUMATIK
Ada dua macam rheumatik, yakni rheumatik artikuler dan rheumatik non-artikuler. Rheumatik artikuler terjadi di bagian sendi, atau sering disebut radang sendi. Rheumatik non artikuler disebut juga extra articular rheumatism terjadi di bagian jaringan lunak di luar sendi.

Jumlah asam urat dalam tubuh dicerminkan oleh kadar natrium urat dalam serum darah. Bila kadar natrium urat dalam serum melampaui daya larutnya maka serum menjadi sangat jenuh (hiperurisemia) dan dapat menstimulir terbentuknya kristal natrium urat yang dapat mengendap. Kristal natrium urat yang mengendap disebut tofi yang berasal dari kata tufa yang berarti batu karang. Jika tofi berada di persendian, akan terjadi arthritis gout akut, sakit rheumatik, atau radang sendi. Lama kelamaan, keadaan itu akan mengakibatkan kerusakan sendi dan menimbulkan arthritis gout kronis. Kasus seperti ini akan menimbulkan sakit nyeri yang hebat yang biasanya timbul pada pagi hari pada waktu bangun pagi, pada hal mungkin malam harinya tidak merasakan apa-apa.

GEJALA PENDERITA ASAM URAT DAN RHEUMATIK
Tanda-tanda seseorang menderita asam urat sebagai berikut:
1. Adanya peningkatan asam urat darah
2. Terdapat kristal urat yang khas dalam cairan sendi
3. Terdapat tofus yang telah dibuktikan dengan pemeriksaan kimia
4. Terjadi lebih dari satu kali serangan nyeri di persendian.
5. Adanya serangan di satu sendi, terutama sendi ibu jari kaki
6. Sendi tampak kemerahan
7. Adanya pembengkakan tidak simetris di satu sendi
8. Tidak adanya bakteri saat terjadi serangan dan peradangan,

Sama halnya dengan penyakit kanker yang terdiri atas beberapa stadium. Kasus asam urat tingkat keparahannya terdiri dari empat tahapan/stadium:
1. Tahap Asimtomatik (stadium I)
2. Tahap Akut (stadium II)
3. Tahap Interkritikal (stadium III)
4. Tahap Kronik (Stadium IV)

1.Tahap Asimtomatik (stadium I).
Tanda-tanda penyakit asam urat/gout pada stadium I atau permulaan biasanya ditandai dengan peningkatan kadar asam urat tetapi tidak dirasakan oleh penderita karena tidak merasakan sakit sama sekali dan tidak disertai gejala nyeri, arthritis, tofi/tofus maupun batu ginjal atau batu urat di saluran kemih.

2.Tahap Akut (stadium II)
Asam urat Stadium II biasanya terjadi serangan radang sendi disertai dengan rasa nyeri yang hebat, bengkak, merah dan terasa panas pada pangkal ibu jari kaki. Biasanya serangan muncul pada tengah malam dan menjelang pagi hari. Serangan seperti ini bisa hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari (10 hari) dan bila diberi obat akan sembuh dalam waktu kurang lebih 3 hari. Interval serangan yang cukup lama dan sendi masih dalam keadaan normal.

3. Tahap Interkritikal (stadium III)
Asam urat Stadium III adalah tahap interval di antara dua serangan akut. Biasanya terjadi setelah satu sampai dua tahun kemudian. Interval serangannya bertambah pendek namun penderita masih bisa melakukan aktivitas normal tanpa ada rasa sakit sama sekali bila tidak sedang kambuh.

4. Tahap Kronik (stadium IV)
Tahapan kronik ini ditandai dengan terbentuknya tofi dan deformasi atau perubahan bentuk pada sendi-sendi yang tidak dapat berubah ke bentuk seperti semula, ini disebut gejala irreversibel atau arthritis gout kronis. Pada kondisi ini frekwensi kambuh akan semakin sering dan disertai rasa sakit terus menerus yang lebih menyiksa dan suhu badan bisa tinggi. Bila demikian bisa menyebabkan penderita tidak bisa jalan atau lumpuh karena sendi menjadi kaku kaku tak bisa ditekuk

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 Mei 2011 in Kesehatan

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: