RSS

Pembuatan Jahe Instant

16 Jun

Oleh Rahmi Marfa Lesy

Kompetensi Dasar

Mahasiswa mampu membuat jahe instant.

Teori Dasar

Secara umum yang dimaksud dengan instant adalah hasil ekstrak (sari) yang diambil dari sumbernya (hewan/nabati) lalu dihilangkan kadar airnya sehingga produknya berupa tepung. Hasil instant tersebut jika dikonsumsi biasanya harus ditambahkan air lagi (panas/dingin) dan akan dapat larut dengan sempurna tanpa ada yang mengendap.

Pada saat sekarang banyak produk yang telah dijadikan instant seperti susu, kopi, jahe, ginseng dan sebagainya. Jahe merupakan tanaman yang dapat dibuat sebagai rempah-rempa/bumbu untuk masakan ataupun obat-obatan secara tradisional. Jahe merupakan ransangan yang dapat menimbulkan kehangatan bagi mereka yang menggunakannya. Dalam dunia industri jahe juga dapat dibuat menjadu kembang gula karena rasanya yang khas dan hangat.

 Untuk memperoleh hasil yang baik kita harus memperhatikan hal-hal sebagi berikut:

Mutu Bahan Mentah

– Pilih jahe besar-besar dan putih warnanya. Jahe yang besar relative mudah menurutnya dibandingkan dengan jahe yang kecil. Jahe harus yang cukup tua, agar rasa ransangan hangatnya lebih kuat.

– Gula yang digunakan adalah gula pasir SHS yang putih warnanya. Gula tersebut harus dalam keadaan halus 9sudah digiling). Dipilihnya gula ini agar larutan sari jahe lebih mudah mengkristal sewaktu dipanaskan.

– Agar produk memiliki aroma dan rasa yang sedap dapat ditambahkan vanile.

Cara Melaksanakan Pekerjaan

– Mengektrak jahe

Pilih jahe yang besar-besar lalu cuci dari pengaruh tanah dan kotoran lainnya. Buanglah kulit jahe setipis mungkin dengan cara mengikis kulitnya dengan pisau tajam, lalu bilas lagi dengan air dingin. Parutlah daging jahe tersebut laluditimbang, kemudian ambil sarinya dengan cara menyaringnya (tanpa penambahan air). Sisa/ampas jahe diremas dengan penambahan 80% air bersih, lalu diambil lagi sarinya dengan penyaringan. Hasil saringan jahe (filtrat I + filtrat II) ini yang akan diproses selanjutnya.

– Memhaluskan gula pasir

Gula pasir SHS, dihaluskan jadi tepung. Penghalusan gula ini dapat dilakukan dengan blender atau tumbuk dengan lumping biasa, lalu diayak.

– Menyiapkan alat pemasak

Kuali yang digunakan sebaiknya dari bahan plat aluminium, agar warna produk tetap putih. Gunakan api kompor yang panasnya sedang agar bahan tidak menjadi hangus

Alat dan Bahan

Bahan 

– Hasil parutan jahe          250 gram

– Gula                               1 Kg

– Vanile                             1 bungkus

– Air bersih                       secukupnya

Alat

– Parutan                       – Basom

– Kuali                           – Pengaduk

– Kompor                       – Lumpang/blender

– Neraca                        – Gelas ukur

– Pisau                          – Sendok

 

Prosedur Kerja

  1. Jahe yang telah dicuci, dibuang kulitnya lalu diparut dan ditimbang
  2. Hasil parutan disaring (tanpa penambahan air) dan hasilnya disebut filtrat I
  3. Sisa/ampas jahe ditambah air sebanyak 80% lalu diremas-remas kemudian disaring lagi hasilnya disebut filtrat II.
  4. filtrat I + filtrat II dimasukkan dalam kuali dengan penambahan gula halus sebanyak 400%.
  5. Campuran filtrat jahe dengan gula halus tadi dipanaskan dengan api sedang
  6. Setelah agak mengental lalu masukkan vanile
  7. campurkan terus dimask sambil diaduk terus agar memperoleh panas yang merata.
  8. pemanasan ini terus dilakukan hingga terbentuk Kristal seperti tepung halu, lalu panas dihentikan
  9. setelah agak dingin tepung tersebut diayak
  10. Sisa ayakan ditumbuk lagi sampai halus kemudian diayak lagi
  11. pekerjaan ini dilakukan berulang-ulang hingga hasilnya menjadi tepung halus semua
  12. tepung halus inilah yang dinamakan jahe instant.

Hasil dan Pengamatan

Hasil parutan diperas (Filter I)   : 150 ml

Ditambah air perasan (filter II)  : 100 ml

Dipanaskan menjadi caramel dan akhirnya menjadi serbuk agak kekuningan, ada gumpalan.

Diblender dan diayak = tepung jahe instant.

Pembahasan

Pada percobaan ini bahan baku (jahe) yang digunakan adalah jahe yang putih dan besar. Pemilihan ini bertujuan agar memudahkan dalam pemarutan jahe dan warna yang akan dihasilkan nantinya lebih baik dan menarik. Setalah jehe diparut, hasil parutan diperas dihasilkan 150 ml filtrate jahe. Ampas jahe diperas lagi dengan penambahan air 100 ml. Tujuan penerasan ampas ini adalah untuk mengektrak filtrate jahe yang masih tertinggal pada ampas.

Kedua filtrate dicampur dan dimasukkan dalam kuali, kemudian ditambah gula. Campuran tersebut dipanaskan dengan api besar sampai campuran membentuk caramel. Setelah itu, pemanasan campuran dengan api kompor dikecilkan. Tujuan dari penggunaan api kecil adalah untuk menghindari pencairan kembali caramel atau tidak akan terbentuknya serbuk (kadar air yang terkandung lama menguap). Selama pemansan harus diaduk terus, karena campuran akan menggumpal dan tidak merata.

Setalah terbentuk serbuk dan gumpalan, kemudian dilakukan penghalusan/blender, hingga terbentuk tepung. Tepung inilah yang disebut jeahe instant. Dari hasil yang didapat, telah dicobakan dengan menyeduhnya dnganair panas, bau jahe yang menyengat, rasa jahe yang khas. Jahe instant ini dapat digunakan untuk menghangatkan tubuh.

Kesimpulan

Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dalam pembuatan jahe harus dipilih jahe yang putih, agak tua, dan besar. Pemanasan campuran filtrate dan gula harus dengan api yang sedang. Hasil jahe instant yang diseduh dengan air panas adalah bau jahe yang menyengat, rasa jahe yang khas.

Daftar Pustaka

Tim makanan dan minuman. 2004. Penuntun Pratikum Makanan dan Minuman. Padang; Sekolah Menengah Teknologi Industri Padang

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 Juni 2011 in Laboratorium

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: